
"Kami menang. Sejujurnya, saya masih tidak mengerti bagaimana perasaan saya. Memenangkan kasus ini bukan berarti akhir dari perjuangan," kata Ito kepada wartawan sambil menahan tangis pada Rabu (18/12) kemarin.
Ito menuding Yamaguchi memberinya obat tidur hingga tak sadarkan diri.
Meski begitu, Yamaguchi berkeras tak bersalah. Ia juga berencana melakukan banding terhadap keputusan hakim pengadilan.
"Saya tidak melakukan apa-apa yang bertentangan dengan hukum," paparnya seperti dikutip AFP.
Kasus Ito bisa dibilang sangat disorot di kalangan publik Jepang lantaran sebagian besar korban pelecehan seksual di negara Asia Timur selama ini lebih memilih bungkam dan tak melapor ke polisi.
Ito pun dinilai sebagai wajah gerakan #MeToo di Jepang.
Gerakan #MeToo merupakan gerakan yang menentang kekerasan seksual terhadap perempuan. Gerakan ini pertama kali mencuat pada 2006 lalu oleh aktivis sekaligus korban perkosaan, Tarana Burke.
No comments:
Post a Comment